Proses pengeringan plastik

Ukuran pelet dan partikel regrind yang sedang dilakukan Proses pengeringan plastik akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja proses pengeringan. Perlu diingat bahwa temperatur polimer kemungkinan merupakan faktor paling penting dalam sebagian besar aplikasi pengeringan. Pelet plastik harus dipanaskan secara menyeluruh agar molekul air dapat berdifusi keluar dari rantai polimer dan berpindah menuju permukaan pelet.

Perlu diingat juga bahwa plastik bukan merupakan penghantar panas yang baik. Dibutuhkan waktu agar panas dari udara pengering dapat berpindah hingga mencapai bagian tengah pelet. Hanya ketika bagian tengah pelet sudah mendapatkan panas, molekul air di area tersebut dapat dilepaskan dan bergerak menuju permukaan pelet.

Dengan demikian, mudah dipahami bahwa proses pengeringan plastik terutama pelet berukuran lebih besar membutuhkan waktu lebih lama karena panas harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mencapai bagian tengah pelet. Setelah dipanaskan, pelet berukuran besar juga membutuhkan waktu lebih lama bagi molekul air untuk bergerak menuju permukaan pelet karena jarak perpindahannya lebih jauh. Oleh karena itu, pelet berukuran besar dapat membutuhkan waktu Proses pengeringan plastik yang sangat lama.

Distribusi suhu di dalam butiran padat yang terletak di tengah geometri.
Panas masuk dari permukaan menuju tengah pellet

Jika pelet berukuran besar membutuhkan waktu lebih lama untuk Proses pengeringan plastik karena alasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelet berukuran lebih kecil akan lebih cepat kering dengan alasan yang sama. Hal ini memang benar. Pelet yang lebih kecil akan mengering lebih cepat dibandingkan pelet yang lebih besar.

Namun, perlu diingat bahwa sistem yang digunakan adalah dehumidifying air dryer (pengering udara dengan sistem dehumidifikasi), yang menggunakan udara untuk memindahkan panas dari elemen pemanas di dalam dryer menuju pelet yang berada di dalam hopper pengering. Sistem ini juga menggunakan udara untuk melepaskan kelembapan dari permukaan pelet dan membawanya keluar.

Drying Solutions to Improve Your Process

Hopper yang berisi pelet berukuran lebih kecil akan memiliki ruang udara bebas yang lebih sedikit di antara pelet-pelet tersebut. Berkurangnya ruang udara bebas antarpelet akan menyebabkan hambatan aliran udara sehingga mengurangi laju aliran udara. Berkurangnya aliran udara akan membatasi jumlah panas yang dapat dialirkan menuju pelet di dalam hopper, sehingga kapasitas Proses pengeringan plastik menjadi menurun. Hasil akhirnya sama seperti kondisi ketika filter mengalami penyumbatan sehingga membatasi aliran udara.

Ukuran pelet merupakan pertimbangan utama bagi pemasok material dalam proses pembuatan polimer higroskopis (material yang mudah menyerap kelembapan). Hal ini juga harus menjadi pertimbangan penting ketika melakukan proses penggunaan kembali material scrap dalam bentuk regrind. Pelet virgin dapat memiliki berbagai bentuk, termasuk bentuk silinder, bulat, oval, dan potongan persegi, tergantung pada jenis material dan mesin pelletizer yang digunakan dalam produksinya. Meskipun bentuk pelet dapat berbeda antara satu jenis material dengan material lainnya, setelah jenis material dan pemasok dipilih, pelet biasanya memiliki ukuran dan bentuk yang seragam.

Berdasarkan pembahasan sebelumnya mengenai bagaimana ukuran dan bentuk pelet mempengaruhi proses pengeringan, dapat disimpulkan bahwa keseragaman ukuran dan bentuk pelet sangat diperlukan untuk mendapatkan kinerja sistem pengeringan yang konsisten. Pelet atau partikel dengan bentuk yang tidak beraturan juga akan mempengaruhi karakteristik aliran material. Pelet dengan bentuk yang seragam cenderung memiliki kemampuan mengalir yang lebih baik. Material yang mudah mengalir akan bekerja dengan baik pada hopper pengering dengan sistem mass-flow.

A view of a drying hopper with different temperature zones.

Sebaliknya, pelet atau partikel dengan bentuk yang tidak beraturan mungkin tidak dapat mengalir dengan baik dan dapat menyebabkan terjadinya bridging (penyumbatan atau pembentukan jembatan material) atau aliran material yang tidak seragam melalui hopper pengering. Material regrind memiliki beberapa masalah terkait hal ini. Partikel halus berlebih (fines) di dalam hopper pengering dapat turun dan mengisi ruang udara bebas di antara pelet. Keberadaan partikel halus tersebut akan mengurangi jumlah ruang udara bebas antarpelet sehingga menyebabkan hambatan terhadap aliran udara pengering.

Aliran udara yang terhambat berarti jumlah udara yang mengalir menjadi lebih sedikit, sehingga kapasitas pengeringan juga akan berkurang. Material regrind yang berasal dari lembaran datar (flat-sheet) atau botol dengan dinding tipis (thin-wall bottles) cenderung saling bertumpuk dan membentuk lapisan ketika melewati hopper pengering. Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya aliran udara melalui hopper pengering atau bahkan menyebabkan seluruh udara pengering hanya mengalir melalui satu area tertentu di dalam hopper. Bagaimanapun kondisinya, kedua hal tersebut akan menyebabkan penurunan performa sistem pengeringan. (PIC: Aditia N.) #bumimulia #paletplastik #plasticpallet #recycleplastic #higienis #extrusionblowmolding #injectionstretchblow #injectionmolding #extrusiontube #printingtube #labellingmachine

Source: Modern Plastics Handbook (Charles A. Harper)