Sistem Pencampuran

Sistem Pencampuran (Blending Systems)

Karena pertimbangan ekonomi, semakin banyak resin dikirim dalam kondisi alami atau tanpa warna. Warna harus ditambahkan di tingkat pabrik sebelum material dimasukkan ke mesin proses. Hal ini, ditambah dengan fakta bahwa sebagian besar proses menghasilkan scrap (sisa material) yang harus dimasukkan kembali ke aliran material, telah mendorong berkembangnya berbagai sistem untuk mencampur bahan-bahan tersebut.

Dalam bentuk paling sederhana, semua blender memiliki elemen yang sama:

  1. Hopper umpan individual untuk menampung setiap bahan, biasanya resin virgin, regrind, dan pellet warna.
  2. Perangkat pengukur (metering), seperti screw feeder, tray vibrator, atau slide gate yang digerakkan udara, untuk mengatur aliran masing-masing bahan.
  3. Bagian pencampuran untuk menghomogenkan campuran sebelum keluar dari blender.
  4. Bagian kontrol, mulai dari pengatur kecepatan sederhana hingga mikroprosesor canggih atau sistem blender loss-in-weight.

Sistem blending terbagi ke dalam beberapa kategori utama yang akan dibahas pada subbagian berikutnya.

Blender Volumetrik (Volumetric Blenders)

Unit volumetrik mengandalkan pengaturan kecepatan berbeda pada masing-masing feeder bahan untuk menghasilkan proporsi material yang diinginkan. Berapa pun jumlah bahan dapat diukur dengan cara ini dan sistem ini relatif ekonomis. Namun, perangkat feeder harus dikalibrasi dengan hati-hati untuk setiap bahan. Jika hopper kosong atau terjadi gangguan aliran (bridging), sistem kontrol tidak dapat mendeteksinya, sehingga dapat menghasilkan campuran yang tidak sesuai. Tingkat akurasi blender volumetrik biasanya berada pada kisaran 2–3%.

Blender Gravimetrik (Gravimetric Blenders)

Unit gravimetrik menawarkan performa yang lebih konsisten dan akurat dengan biaya tambahan yang relatif kecil. Bentuk paling sederhana adalah sistem penimbangan batch, di mana bahan dimasukkan satu per satu ke dalam ruang timbang yang terhubung dengan load cell. Load cell akan menghentikan feeder ketika berat yang diinginkan tercapai, lalu beralih ke bahan berikutnya. Kalibrasi hanya diperlukan pada load cell dan biasanya kurang dari 1 menit. Jika terjadi hopper kosong atau bridging, load cell akan mendeteksi kekurangan berat dan memberikan alarm. Akurasinya umumnya lebih baik dari 1% terhadap berat batch.

Blender On-the-Press

Baik unit volumetrik maupun gravimetrik dapat dipasang langsung pada feed throat mesin proses. Konfigurasi ini memudahkan operator untuk memantau karena semua peralatan berada dekat mesin. Biasanya digunakan pada pabrik dengan banyak mesin yang masing-masing menggunakan kombinasi material dan warna berbeda. Kekurangannya adalah akses yang sulit pada mesin besar serta downtime saat pembersihan ketika terjadi pergantian material.

Basic blenders

Blender Sentral (Central Blenders)

Satu blender dapat dipasang di lantai dan menyuplai material ke beberapa mesin sekaligus. Hal ini mengurangi jumlah blender yang dibutuhkan serta meminimalkan kebutuhan pembersihan saat pergantian warna.

Pemilihan konfigurasi blender tergantung pada berbagai faktor di tingkat pabrik. Berikut ringkasan beberapa konfigurasi yang umum digunakan:

  1. Dual ratio receiver – feeder pellet warna

Menggunakan katup proporsional untuk mengatur material virgin dan regrind. Warna ditambahkan melalui feeder dengan kecepatan variabel.

  1. Konfigurasi dual feeder

Menggunakan dua feeder terpisah (untuk regrind dan color concentrate) untuk kontrol proporsi yang lebih presisi.

Catatan: Disarankan memasang riser pada mesin agar feeder mudah dipindahkan.

  1. Blender terpasang di mesin (machine-mounted)

Memberikan kontrol langsung terhadap semua laju aliran bahan. Perlu perhatian khusus untuk akses maintenance, kalibrasi, dan pembersihan.

  1. Blender terpasang di lantai (floor-mounted)

Digunakan ketika tidak memungkinkan pemasangan di mesin, misalnya karena adanya dryer hopper. Juga memungkinkan satu unit melayani beberapa mesin.

Blender options

Selain itu, terdapat berbagai variasi lain tergantung kebutuhan aplikasi.

Loss-in-weight blender

5. Blender Loss-in-Weight
Pada sistem ini, setiap hopper dan feeder dipasang pada load cell. Saat material keluar, sistem mendeteksi penurunan berat dan menyesuaikan kecepatan feeder untuk menjaga proporsi. Karena semua feeder bekerja secara bersamaan, throughput lebih tinggi dapat dicapai. Sistem ini banyak digunakan pada proses ekstrusi sheet dan film serta sering diintegrasikan dengan extruder untuk menjaga ketebalan produk secara presisi. (by : niginashq) #plasticpallet #plasticrecycle #bumimulia #paletplastik #blowmolding #injectionmolding #injectionstretchblowmolding #molding #extrusion #extrusionprocess #thermoset

Source : Modern Plastic Handbook (Charles A. Harper)